Artikel

MELIHAT KE DALAM

            Tema melihat kedalam dalam pameran mural dan instalasi kali ini memiliki visi untuk memperkenalkan kegiatan berkesenian khususnya seni rupa di daerah Sumatra barat. Dimana perkembangan dunia seni rupa untuk di dareh sumatra barat masih belum mendapatkan apresiasi yang cukup dari berbagai kalangan khususnya masyarakat luas dan instansi pemerintahan yang menangani bidang te [...]

Selengkapnya
Menuju Inti

MENUJU INTIMural dan instalasi jelas bukanlah karya yang asing bagi seniman termasuk seniman di Ranah Minang. Dua produk seni rupa ini, telah mencapai masa keemasan karena menawarkan kebebasan medium, cara, dan lokasi ekspresinya. Dengan segala keliaran yang ditawarkan dalam karya instalasi dan mural tersebut, menjadikan sebagian seniman cukup menyukainya. Namun, rasa suka terhadap jenis karya se [...]

Selengkapnya
“Ada Seni” di Ranah Minang

“Ada Seni” di Ranah Minang (Tulisan ini pernah dimuat di Indonesia Art News, 14 April 2014)Oleh: Nobita Alberto   Pada hari Senin, 14 April 2014, telah terjadi peristiwa kesenian di bumi ranah minang. Sebuah lembaga kesenian yang menamakan diri mereka Rumah Ada Seni (RAS), menyelenggarakan pameran seni rupa untuk mengawali pergerakan mereka di dunia seni rupa Indonesia. Lembaga yang kehadi [...]

Selengkapnya
PENGHULU, ANUGERAH GELAR DAN UPAYA KREATIF “URANG AWAK”

Gusti Asnan (Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas-Padang)     Bahwa penghulu dilukiskan bagaikan manusia agung dan sosok paripurna dalam tambo atau penuturan-penuturan adat tidak perlu diragukan. Tambo atau penuturan adat itu memang sengaja dibuat guna mengungkapkan segala yang baik tentang penghulu. Gambaran penghulu bagaikan manusia setengah dewa ini kemudian dipertegas lagi [...]

Selengkapnya
Catatan Pameran RAS Duo Datuak

    Menurut kultur Minangkabau pemimpin biasa disebut dengan Penghulu, yang kemudian diberi gelar Datuak. Sebagai pemimpin, seorang Datuak merupakan sosok yang  amat penting, terutama dalam memelihara dan menjaga suku, kaum atau nagarinya. Keberadaannya diibaratkan  batang kayu di tengah padang, ureknyo tampek baselo, batangnyo tampek basanda, rantiangnyo tampek bagantuang, buahnyo ka dim [...]

Selengkapnya
Pameran Ada Seni

Catatan Pameran "Ada Seni" Pertama pameran  Ada Seni menyasar seniman yang berfikir atau berpandangan bahwa seniman adalah bagian dari masyarakat dan sejatinya keberadaanya dapat dirasakan masyarakat. Kemudian pameran Ada Seni menawarkan kepada seniman untuk sama-sama meneriakkan kepada masyarakat luas bahwa “”Kami Ada!”  dan keberadaan itu dibuktikan dengan “karya” yang tersaji [...]

Selengkapnya